by Animal Friends Jogja

Donasi

Share

Bali, 17 Juli 2025 – Pertemuan Regional Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan pertama yang diinisiasi oleh Asia for Animals Farm Animal Coalition (AfA FAC) dan diselenggarakan oleh Sintesia Animalia resmi digelar di Hotel Mercure Sanur, Bali. Pertemuan ini mengusung tema “Meningkatkan Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan di Indonesia: Bekerjasama dengan Pemerintah untuk Mewujudkan Komite Penasihat Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan Indonesia.”

Kegiatan ini bertujuan menghimpun komitmen dari berbagai organisasi kesejahteraan hewan untuk membangun gerakan nasional yang efektif, kolaboratif, dan berlandaskan prinsip dekolonisasi serta pendekatan One Health and Welfare (OHW). Acara dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Bali, Kepolisian Daerah dan Korem 163 Wirasatya, akademisi dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan di Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Udayana, asosiasi profesi, tokoh agama, media, yayasan kesejahteraan hewan di Indonesia, serta organisasi kesejahteraan hewan internasional.

Acara dibuka dengan sambutan dari drh. Hastho Yulianto, M.M., Kepala Subdirektorat Kesejahteraan Hewan, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Selanjutnya, pembukaan resmi dilakukan oleh Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Paparan mengenai regulasi kesejahteraan hewan yang diternakkan disampaikan oleh Drh. Puguh Wahyudi, M.Si. dari Ditjen PKH.

Sesi diskusi kelompok terfokus (FGD) dipandu oleh Drh. Sasa Vernandes, M.Si. dan Febe Sarah Pinakunary, S.H., M.Sc. dari Sintesia Animalia. Diskusi berfokus pada pentingnya peningkatan kesejahteraan hewan yang diternakkan dan dukungan lintas sektor dalam pembentukan Komite Penasihat Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan.

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan di antara yayasan dan organisasi kesejahteraan hewan mengenai urgensi peningkatan perlindungan terhadap hewan yang diternakkan di Indonesia. Dukungan moral juga disampaikan oleh berbagai pemangku kepentingan sebagai langkah awal menuju kebijakan yang lebih berwelas asih dan berkelanjutan. Kegiatan ditutup oleh Thanh Nguyen selaku Koordinator Utama AfA FAC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous

Pantomime sebagai Perlawanan: Wanggi Hoed dan Animal Friends Jogja Suarakan Nasib Ayam Petelur Lewat Aksi Diam

Next

Komik Jadi Bahasa Perlawanan Spesiesisme: Cerita Ignadee, Seniman Visual