
Animal Friends Jogja (AFJ) melakukan berbagai pendekatan untuk mewujudkan Indonesia Bebas Kandang Baterai 2030, salah satunya dengan melakukan public outreach atau penjangkauan publik. Bulan Maret 2023 lalu, dua public outreach diadakan di Yogyakarta, tepatnya di Sanggar Anak Alam dan Coffeewae.
Public outreach di Sanggar Anak Alam dilakukan pada tanggal 16 Maret 2023 dalam acara bertajuk Pasar Ekspresi. Acara ini menampilkan unjuk bakat dari anak-anak Sanggar Anak Alam dan menghadirkan berbagai booths yang menjual makanan, minuman, produk-produk kreatif, dan booth informasi seperti yang dibuka oleh AFJ.
Selain itu, AFJ juga mengadakan sebuah acara bertajuk Dari Kawan untuk Kewan pada 31 Maret – 1 April 2023. Acara yang ditujukan untuk menggalang donasi bagi satwa-satwa dampingan yang tinggal di rumah singgah AFJ ini menghadirkan mini talkshow, AFJ Berkaraoke, dan berbagai penampilan musik. Acara yang digelar di Coffeewae ini juga mendatangkan berbagai tenants yang membuka booths dan membawa produk-produk kreatif dan berkelanjutan, makanan berbasis nabati, dan tentunya AFJ yang juga membuka booth informasi, termasuk juga informasi seputar sumber telur konsumsi sebagai upaya penjangkauan publik.

Seperti dalam kegiatan public outreach yang biasa dilakukan oleh AFJ, dalam dua kegiatan ini AFJ juga melakukan edukasi melalui percakapan lisan, video, media cetak, seperti komik dan brosur serta melakukan survei mengenai sumber telur konsumsi. Tak lupa, terdapat pula instalasi kandang baterai yang diambil langsung dari peternakan ayam petelur kandang baterai dan diisi dengan boneka-boneka ayam untuk memberi gambaran kehidupan yang harus dilalui ayam-ayam petelur di dalam peternakan yang menerapkan sistem kandang baterai.
Mengapa perlu melakukan penjangkauan publik?
Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat konsumsi telur yang cukup tinggi. Masyarakat, sebagai konsumen, memiliki peran yang besar untuk ikut serta mewujudkan kesejahteraan pada ayam petelur. Diadakannya public outreach ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dari mana telur yang mereka konsumsi berasal.
Saat ini, masih banyak yang belum tahu bahwa sebagian besar telur yang dikonsumsi di Indonesia didominasi oleh telur-telur yang diproduksi di peternakan yang masih menerapkan sistem kandang baterai. Dalam sistem kandang baterai, ayam-ayam petelur tidak mampu mengekspresikan perilaku alaminya, seperti bersarang, mandi debu, bertengger, membersihkan bulu dengan paruh (preening), eksplorasi makanan (foraging), atau untuk sekadar berjalan dan merentangkan sayap.

Maka dari itu, melalui public outreach ini, AFJ ingin menjangkau publik semakin luas dari berbagai kalangan, dengan tentunya membangun pemahaman mengenai situasi buruk dan kejam yang harus dihadapi para ayam petelur setiap harinya di dalam kandang baterai serta potensi-potensi terhadap dampak kesehatan terhadap manusia. Diharapkan, dengan mengetahui informasi ini, publik jadi semakin tergerak untuk mencari tahu dari mana telur yang mereka konsumsi berasal dan seperti apa proses yang terjadi di baliknya.