World Organisation for Animal Health (OIE) telah mengeluarkan aturan tentang 5 prinsip kebebasan hewan, atau yang biasa disebut “Five Freedom”. Hewan peliharaan termasuk unggas harus terbebas dari rasa haus, lapar, malnutrisi, ketidaknyamanan lingkungan, sakit, cedera, penyakit, ketakutan, tercekam dan bebas bergerak serta berperilaku normal.

Sama halnya dengan yang tercantum di dalam Pasal 66 Ayat 2, UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan, bahwa “..b) penempatan dan pengandangan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga memungkinkan hewan dapat mengekspresikan perilaku alaminya.. c) pemeliharaan, pengamanan, perawatan, dan pengayoman hewan dilakukan dengan sebaik- baiknya sehingga hewan bebas dari rasa lapar dan haus, rasa sakit, penganiayaan dan penyalahgunaan, serta rasa takut dan tertekan;

Seperti halnya makhluk hidup lainnya, aktivitas bergerak seperti berjalan, bertengger, merenggangkan sayap, mandi debu, dan lainnya merupakan tingkah laku alamiah dan normal dilakukan oleh Ayam. Ayam yang tidak melakukan aktivitas bergerak menandakan bahwa Ayam tersebut mengalami cekaman stres, frustasi atau bahkan sakit.

Tingkah laku seperti mengais tanah juga merupakan tingkah laku alamiah dan normal dilakukan oleh Ayam, hal ini berupa insting yang ditujukan untuk mencari pakan. Namun, karena terbatasnya ruang, tempat dan fasilitas untuk melakukan scratching behaviour ini, pada ayam yang dipelihara dalam ruang sempit seperti kandang baterai, ayam seringkali mengalami frustasi.

Ketika ayam merasa frustasi dan stres, seringkali muncul tingkah laku negatif dari ayam yakni mematuk-matuk bulu sendiri atau ayam lain, perilaku ini disebut Feather pecking. Tingkah laku ini terjadi ketika motivasi dari dalam diri Ayam sangat tinggi akibat adanya kebutuhan tingkah laku normal yang tidak dapat terpenuhi atau akses terhadap sumber daya yang sangat mendasar dibatasi.

Contoh lain adalah pada pemeliharaan instensif kandang baterai, ayam tidak dapat mengekspresikan tingkah laku dust bathing karena tidak tersedianya substrat (pasir atau debu). Sebagai konsekuensinya ayam akan cenderung melakukan redirected peck terhadap bulu Ayam lain.

Stres yang tidak teratasi dan berkelanjutan seperti ini sangat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan ayam. Ayam akan merasa sangat tidak nyaman, menderita selama hidupnya dan bahkan hingga mengalami kematian.

Ini adalah kenyataan yang sering terjadi, hampir seluruh dari total populasi ayam di peternakan merasakan stres yang tiada henti. Mereka menderita sepanjang hidupnya atas nama intensifikasi untuk memenuhi kebutuhan manusia.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *