Cage-Free Indonesia adalah gerakan nasional yang diinisiasi oleh Animal Friends Jogja (AFJ) untuk meningkatkan kesadaran publik tentang kesejahteraan hewan ternak—khususnya ayam petelur yang selama ini dikurung dalam kandang baterai yang sempit dan tidak manusiawi.
Istilah “cage-free” atau “bebas sangkar” merujuk pada sistem peternakan tanpa kandang baterai (battery cage), yang memungkinkan ayam hidup lebih leluasa dan mengekspresikan perilaku alaminya, seperti bertengger, berjalan, atau merentangkan sayap.
Kami mendorong peralihan menuju sistem peternakan bebas sangkar melalui pendekatan advokasi kebijakan, edukasi publik, serta kerja sama dengan perusahaan makanan, peternak, dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuan kami adalah menciptakan sistem pangan yang lebih etis dan berkelanjutan di Indonesia.
Seiring meningkatnya permintaan nasional dan global terhadap telur bebas sangkar, Cage-Free Indonesia hadir untuk memastikan Indonesia turut berkontribusi dalam perubahan positif ini. Sistem peternakan bebas sangkar telah diakui dan didukung oleh pemerintah, melalui pedoman resmi dari Kementerian Pertanian yang mengatur praktik peternakan ayam petelur yang lebih ramah terhadap kesejahteraan hewan.
Animal Friends Jogja merupakan bagian dari Open Wing Alliance, koalisi global yang terdiri dari lebih dari 100 organisasi di seluruh dunia yang memiliki komitmen untuk mengakhiri penderitaan ayam dalam industri telur. Bersama-sama, kita membangun masa depan yang lebih berwelas asih—tanpa kandang sangkar.
Tentang Animal Friends Jogja (AFJ)
Animal Friends Jogja (AFJ) adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Yogyakarta dan berdiri sejak 2010. dan berkomitmen untuk memperjuangkan hak dan perlindungan hewan di Indonesia. AFJ menjadi pelopor advokasi kesejahteraan hewan yang diternakkan di Indonesia, serta aktif dalam isu-isu lain seperti perlindungan hewan liar dan dampingan, sterilisasi, adopsi, serta penegakan hukum terkait hak-hak hewan.
AFJ adalah bagian dari Member League OIPA/Organizzazione Internazionale per la Protezione degli Animali (Organisasi Internasional untuk Perlindungan Hewan yang Berhubungan dengan Departemen Informasi Publik PBB), anggota koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI), Act for Farmed Animals (AFFA), Asia for Animals (AfA), dan Open Wing Alliance (OWA).
Fokus dan Ruang Lingkup Kerja
AFJ mengedepankan pendekatan edukatif, advokatif, dan kolaboratif untuk meningkatkan kesejahteraan hewan, khususnya di sektor peternakan ayam dan itik petelur. Kegiatan utama kami meliputi:
- Edukasi publik
- Kampanye kesadaran
- Advokasi kebijakan
- Program sterilisasi dan adopsi
- Pendampingan peternak menuju sistem peternakan yang lebih etis
AFJ turut mengampanyekan isu-isu penting seperti:
- Penghentian sirkus lumba-lumba keliling
- Penghapusan konsumsi daging anjing
- Perlindungan kuda penarik delman
- Larangan topeng monyet
- Peralihan sistem peternakan menuju bebas sangkar (cage-free)
Kampanye “Stop Traveling Dolphin Circus” yang dijalankan sejak 2013 berhasil mendorong terbitnya regulasi resmi pemerintah pada 2019 yang melarang pertunjukan lumba-lumba keliling di Indonesia.
Pendekatan Holistik dalam Advokasi
AFJ menempatkan transformasi sistem pangan sebagai agenda strategis jangka panjang, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan ayam dan itik petelur. Melalui pendekatan lintas sektor, AFJ secara aktif membangun kerja sama dengan peternak, pelaku industri pangan, akademisi, media, serta pemerintah daerah dan pusat.
Pada tahun 2023, AFJ berkontribusi dalam penyusunan Benchmark Bebas Sangkar Asia, sebuah laporan pemeringkatan komitmen perusahaan di kawasan Asia terkait penggunaan telur bebas sangkar. Laporan ini disusun bersama Open Wing Alliance dan Environment & Animal Society of Taiwan, serta disosialisasikan ke berbagai pemangku kepentingan strategis.
Kolaborasi Kebijakan
Sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendukung kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan hewan, AFJ menyelenggarakan forum diskusi multipihak, termasuk Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peternakan Ayam dan Itik yang Menjunjung Kesejahteraan Hewan” pada Desember 2023. Hasil FGD ini diakomodasi dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045, selaras dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Inisiatif Koperasi dan Dukungan terhadap Peternak
Melalui serangkaian dialog dan pendampingan, AFJ turut memfasilitasi terbentuknya koperasi peternakan ayam petelur bebas sangkar pertama di Indonesia pada tahun 2023. Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam membangun model bisnis peternakan yang ramah hewan dan berkelanjutan secara ekonomi.
Dampak dan Capaian
Hingga April 2024, AFJ telah mendorong 37 perusahaan di sektor pangan, perhotelan, dan jasa boga untuk berkomitmen mengadopsi kebijakan penggunaan telur bebas sangkar. Komitmen ini berpotensi menyelamatkan lebih dari 39 juta ayam petelur dari sistem kandang baterai yang penuh penderitaan.Sebagai upaya memperluas dampak kampanye ke ranah publik, AFJ menyelenggarakan AFJ F.A.I.R (Farmed Animals Initiative Response)—sebuah festival tahunan bertema “Sedulur Care” yang mempertemukan peternak, pelaku usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan. Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif untuk memperkuat advokasi dan membangun kesadaran publik terhadap isu kesejahteraan hewan yang diternakkan.