
Kamis, 20 Oktober 2022 lalu, Humane Farm Animal Care (HFAC) yang diwakili oleh Luiz Mazzon sebagai Global Programs Director (Certified Humane®) melakukan kunjungannya ke Indonesia, tepatnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kunjungan ini, Animal Friends Jogja (AFJ) mengkoordinir pertemuan Luiz Mazzon dengan pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Global Food Partners (GFP), untuk melihat cage-free training center sekaligus mengisi kuliah umum di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada.
Bersama AFJ, AFFA, GFP, dan Dekan Fakultas Peternakan UGM, Luiz mengunjungi cage-free training center yang dibangun oleh Universitas Gadjah Mada, Global Food Partners, dan AERES University of Applied Sciences, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. Setelah kunjungan ini, selanjutnya Certified Humane® juga berencana akan melakukan assessment pada model farm tersebut.

Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, Luiz Mazzon juga mengisi kuliah umum “Pengantar Ilmu Produksi Ternak” yang diadakan di Auditorium Fakultas Peternakan UGM dan dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi FAPET UGM. Dalam kuliah umum ini, Luiz menyampaikan standar khusus yang dimiliki oleh HFAC untuk peternakan ayam petelur.
Humane Farm Animal Care (HFAC)
Humane Farm Animal Care (HFAC) merupakan sebuah organisasi sertifikasi non-profit yang berpusat di Washington DC, Amerika Serikat. HFAC memiliki sebuah program bernama Certified Humane®, yang bertujuan untuk meningkatkan kehidupan hewan-hewan yang diternakkan dengan cara memperluas kesadaran konsumen, mendorong permintaan akan praktik hewan yang lebih baik dan bertanggungjawab.
Certified Humane memberikan logo bertuliskan “Certified Humane® Raised & Handled” pada produk yang dihasilkan dari peternakan yang telah memenuhi standar perawatan hewan yang tinggi dan sesuai dengan yang telah mereka tetapkan.
Pentingnya Kesejahteraan Hewan
Di Indonesia, isu kesejahteraan hewan, khususnya pada ayam petelur masih sangat perlu digaungkan. Saat ini, sebagian besar peternakan di Indonesia masih menggunakan sistem kandang baterai. Padahal, kandang baterai merupakan salah satu sistem terkejam dalam peternakan. Para ayam petelur harus hidup berhimpitan dengan individu-individu lain, dan tiap individu hanya memiliki ruang gerak yang lebih sempit dari selembar kertas A4.
Sehingga, mengekspresikan perilaku alami seperti mandi debu, bertengger, bersarang, atau sekadar mengepakkan sayap bukanlah pilihan yang mereka miliki dalam kehidupan yang kejam di dalam kerangkeng kandang baterai.
Kunjungan HFAC ini diharapkan dapat membawa perspektif baru mengenai betapa pentingnya memperhatikan faktor kesejahteraan hewan dalam dunia peternakan. Karena, kesejahteraan hewan di peternakan tak hanya penting bagi para hewan di dalamnya tapi juga penting bagi kesehatan para konsumen. Diharapkan pula, logo “Certified Humane® Raised & Handled” akan segera terlihat dalam kemasan produk telur yang beredar di pasaran Indonesia.