Siapa yang gak tau KFC dan McD? Dua perusahaan tersebut adalah perusahaan besar yang menyediakan makanan cepat saji, serta perusahaan yang masih memakai telur dari ayam kandang baterai untuk semua produk makanan mereka. Padahal, McD di beberapa negara seperti Amerika, Australia, dan Eropa sudah memberikan komitmen untuk meninggalkan kandang baterai dalam setiap produk makanan mereka. Penggunaan kandang baterai sarat akan penyiksaan terhadap ayam, hal ini tentunya bertentangan dengan 5 prinsip kesejahteraan hewan, dan norma tentang animal welfare. Oleh karenanya dibutuhkan advokasi dan kampanye untuk meningkatkan awareness publik terhadap kondisi yang terjadi ini.
“Lalu kenapa? Kan gak masalah? Lagian makan ayam kan gak salah? Kenapa warung pinggir jalan tidak dipaksa seperti perusahaan itu?”
Pertanyaan di atas seringkali muncul ketika kampanye tentang peternakan ayam bebas kandang baterai, sementara kampanye tersebut tak pernah ditujukan selain untuk pengurangan kandang baterai. Tidak hanya pertanyaan di atas, ada banyak pertanyaan, pernyataan, dan sikap dari masyarakat yang salah kaprah tentang kampanye bebas kandang baterai. Apa saja salah kaprah masyarakat tersebut? Dan bagaimana logika sebenarnya?

Pertanyaan ini merupakan salah satu pernyataan yang seringkali dikatakan oleh netizen. Walaupun ada begitu banyak dan panjang postingan, penjelasan, dan sejenisnya tentang kampanye bebas kandang baterai, pertanyaan ini masih saja muncul. Padahal, fokus kampanye ini adalah membebaskan dan meninggalkan praktik-praktik penyiksaan ayam di setiap peternakan kandang baterai. Publik perlu tahu bahwa kampanye bebas kandang baterai tidak pernah mengajak untuk menjadi seorang vegan. Keputusan terkait vegan adalah keputusan individual publik, jika anda ingin menjadi vegan why not? Tidak ada yang memaksa toh.
2. “Kok jatuhnya menjelekkan citra perusahaan, apa ini usaha terselubung?!”
Komentar ini adalah komentar paling salah kaprah atau bahasa gaulnya out of topic. Dianalogikan begini, ada satu perusahaan yang menghasilkan satu produk, namun produk tersebut hasil dari penyiksaan kepada hewan. Tentunya, sebagai makhluk yang memiliki akal dan hati nurani, kita gak mau dong membeli, memakai, atau bahkan nge-branding perusahaan tersebut. Oleh karenanya, kita gak pernah dukung perusahaan yang melakukan penyiksaan kepada hewan, khususnya ayam petelur. Tapi, kita gak pernah tinggal diam, seringkali kita melakukan komunikasi, pendekatan, dan sejenisnya kepada perusahaan yang menggunakan kandang baterai, agar meninggalkan praktik tersebut, dan beralih ke bebas kandang baterai. Jadi sudah paham kan? Bahwa kita gak pernah mendukung perusahaan manapun yang menggunakan kandang baterai. Oh iya, ini dukung mendukungnya soal kebijakan ya! Jangan malah tambah salah kaprah lur!

3. “Jangan samain indonesia ama luar dong, kan beda!”
Indonesia memang berbeda dengan negara lain, bahkan perbedaan juga terasa di level daerah. Namun, hal ini gak menjadi hambatan ataupun alasan untuk tetap memakai kandang baterai, agar tujuan profit tetap berjalan dan semakin besar. Kita memang tidak bisa 100% sama dengan negara lain, tapi kita bisa merubah praktik yang merugikan, menyiksa hewan, dan sejenisnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Pengurangan dan meninggalkan kandang baterai adalah salah satu cara tentunya, dan masih banyak cara lainnya. Kayak quotes aja, “ada seribu jalan menuju roma”, mengurangi kandang baterai dapat dimulai dengan berpindah ke kandang umbaran, atau jenis kandang lain. Selain itu, ini juga memberikan keuntungan terhadap kualitas ayam ataupun telurnya. Pengen tahu? Cek aja website dan sosial media AFJ, maap promosi…
4. “Perusahaan atau usaha lain bagaimana?”
Selain perusahaan di atas, AFJ juga sering membuat list dan engagement ke perusahaan, seperti: retail, food manufactur, restaurant, hotel and hospitality. Kira-kira terdapat 10 retail, 20 food manufactur, 76 restaurant dan 31 hotel and hospitality nasional, internasional dan lokal yang sudah kita hubungi. Kita gak pernah tuh membeda-bedakan perusahaan yang menggunakan kandang baterai dari skala perusahaanya. Hanya saja, pengusaha, peternak, dan aktor yang berurusan terkait produksi ayam sebagai hewan yang diternakkan, terpengaruh oleh rantai konsumerisme dan industri cepat saji yang besar, seperti: MCD, KFC, AW, dan lainnya. Oleh karenanya, penting untuk mengampanyekan penggunaan kandang baterai mereka kepada publik. Oh iya kelupaan, karena penjualan mereka banyak, berimplikasi pada dibutuhkannya banyak ayam, dan memberikan konsekuensi logis kepada penyiksaan terhadap banyak, dan lebih banyak ayam yang ada. Begitu lur!

5. “Solusinya apa dong?”
Solusi, hmmmm….! Kalo ditanya solusi, ya ini kan kampanyenya memberikan solusi, yaitu “tinggalkan kandang baterai”, masa nanya lagi??? Selain itu, ada banyak lagi loh lur! Kamu bisa cari informasi di internet, google scholar, dan jenis pencarian lain. Dari AFJ sendiri ada policy brief, melalui diskusi/workshop, pendekatan kepada pemilik usaha dan peternak, dan macam-macam jenis solusi yang pernah dilakukan. Last but not least, peran ini seharusnya dilakukan oleh Pemerintah sebagai core actor, karena mereka yang dapat membuat kebijakan, pengawasan, dan sejenisnya terhadap penggunaan kandang baterai. Oleh karenanya, AFJ juga melakukan konsultasi ataupun komunikasi tentang pemerintah. Untuk tahu lebih banyak informasi dan solusi, kamu dapat buka dan cek informasinya disini loh: kandangbateraikejam.com dan cagefreeinfonesia.org atau melalui sosial media kita, di Instagram: https://www.instagram.com/afjfarmedanimals/
Begitulah ada banyak salah kaprah lain yang terjadi, dan tulisan ini tidak bertujuan untuk membatasi kebebasan berpendapat, hanya saja memberikan pandangan dan insight terkait kampanye bebas kandang baterai dan kandang baterai itu sendiri. Gak ketinggalan nih, kampanye bebas kandang tidak hanya memberikan kesejahteraan kepada ayam, tapi juga memberikan kualitas yang bagus toh kepada kamu-kamu semua. Maka dari itu, ada baiknya melihat realitas yang terjadi, mencari informasi, dan memahami dahulu sebelum kita memberikan pandangan kita terhadap suatu hal. Lagian, kalo gak pake kandang baterai, kan gak rugi?! Hehehe…
Penulis: Rinto Leonardo