Tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa suara kita mampu menggerakkan perubahan. Lebih dari 53.000 orang telah bergabung mendesak McDonald’s dan Fore Coffee untuk berhenti menggunakan telur dari ayam yang dipelihara dalam kandang baterai melalui penandatanganan petisi—sebuah pesan publik yang kuat dan tak bisa lagi diabaikan. Meski komitmen masih terus diperjuangkan, langkah-langkah maju mulai terlihat dan harapan semakin terbuka.
Berkat advokasi yang konsisten dan dukungan masyarakat, enam pelaku usaha di Indonesia telah resmi berkomitmen beralih ke sistem cage-free sepanjang tahun ini. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan bukanlah hal mustahil ketika kepedulian bertemu dengan keberanian untuk bertindak.
Perubahan memang tidak terjadi dalam semalam. Namun setiap langkah kecil hari ini membawa kita lebih dekat pada masa depan yang lebih sejahtera bagi hewan yang diternakkan.
Yuk, lanjutkan membaca newsletter bulan ini untuk melihat cerita lengkapnya—mulai dari capaian advokasi terbaru, kolaborasi penting, hingga langkah nyata yang bisa kita dorong bersama.

Langkah Nyata 2025: Enam Perusahaan Berkomitmen Bebas Sangkar
Perubahan menuju kesejahteraan hewan dalam industri pangan membutuhkan proses panjang. Ia lahir dari kombinasi kesadaran konsumen, keterbukaan pelaku usaha, dan advokasi yang terus dilakukan tanpa lelah. Sepanjang 2025, AFJ fokus mengajak berbagai perusahaan di Indonesia untuk meninggalkan penggunaan telur dari kandang baterai dan beralih ke sistem bebas sangkar (cage-free).
Upaya tersebut membuahkan hasil nyata. Khusus di tahun 2025, ada 6 pelaku bisnis yang berhasil menyatakan komitmen baru untuk hanya menggunakan telur dari sistem bebas sangkar. Setiap komitmen adalah langkah penting menuju perubahan yang lebih luas bagi kesejahteraan ayam petelur. Ingin tahu perusahaan mana saja yang sudah mengambil langkah ini? Kunjungi www.cagefreeindonesia.org.

Harapan Baru bagi Kesejahteraan Ayam Petelur
Pada tahun 2025, semakin banyak pelaku industri mulai beralih menuju praktik produksi telur yang lebih beretika. Animal Friends Jogja turut mendorong perubahan ini dengan menyelenggarakan dua kali sarasehan peternak di Blitar dan Kulonprogo guna memperkenalkan sistem bebas sangkar kepada para peternak ayam petelur. Perkembangan ini diperkuat oleh data nasional, di mana situs www.cagefreeindonesia.org telah mencatat sedikitnya 40 produsen yang berkomitmen menggunakan telur dari sistem bebas sangkar, mencerminkan tumbuhnya kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.

Memperluas Suara Kesejahteraan Hewan di Media pada 2025
Pada tahun 2025, Animal Friends Jogja (AFJ) berhasil memperkuat posisi isu kesejahteraan hewan yang diternakkan di ruang publik melalui berbagai terobosan komunikasi strategis. Untuk pertama kalinya, AFJ menyelenggarakan Workshop Jurnalis bertema “Mengakui Hewan sebagai Sentient Beings”, sebuah langkah penting dalam membangun pemahaman media yang lebih mendalam dan berperspektif kesejahteraan hewan. Selain itu, AFJ aktif menjangkau publik melalui 14 kolaborasi media siar dan talkshow radio, memperluas diskusi isu ke audiens yang lebih beragam. Sepanjang periode Januari–Desember 2025, upaya komunikasi terintegrasi ini menghasilkan 244 media mention, didukung oleh penerbitan 13 siaran pers, kolaborasi strategis dengan media nasional, aksi publik, serta kampanye digital yang konsisten. Rangkaian capaian tersebut menegaskan keberhasilan AFJ dalam memperluas gaung advokasi, memperkuat relasi dengan jurnalis, dan menempatkan kesejahteraan hewan sebagai isu penting dalam diskursus media Indonesia.

Menjangkau Lebih Luas, Menyuarakan Lebih Kuat
Sepanjang tahun 2025, Animal Friends Jogja (AFJ) aktif memperluas penjangkauan isu kesejahteraan ayam petelur melalui keterlibatan di berbagai forum strategis. AFJ berpartisipasi dalam ISTAP Conference UGM dengan mempresentasikan paper terkait kesejahteraan ayam petelur, serta dipercaya menjadi narasumber pada The 2025 Animal Welfare Conference – Indonesia dan Welfare Matters Southeast Farm Animal Welfare Fellowship yang berfokus pada isu cage-free. Selain itu, AFJ juga menjadi pembicara dalam diskusi panel “Relasi Manusia dan Hewan di Tengah Kiamat Ekosistem”, peluncuran White Paper bertajuk “Telur Cage-Free: Transisi Global Menuju Model Bisnis yang Lebih Etis dan Resilien”, serta Festival Kekeruyuuuk! 2025 yang diselenggarakan oleh ADSH. Di ranah akademik, AFJ turut berbagi perspektif pada seminar di Polbangtan dan dilibatkan secara langsung untuk memberikan masukan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kesejahteraan Hewan Tahun 2025. Rangkaian keterlibatan ini menegaskan komitmen AFJ untuk terus menyuarakan pentingnya sistem bebas sangkar dan mendorong terwujudnya perubahan nyata bagi kesejahteraan ayam petelur di Indonesia.
Suara untuk Ayam Petelur, dari Indonesia ke Dunia
Sepanjang tahun 2025, AFJ sebagai bagian dari koalisi global Open Wing Alliance (OWA) turut aktif dalam kampanye internasional yang menargetkan sejumlah perusahaan besar, seperti REWE Group, Radisson, dan Best Western, agar berkomitmen menggunakan telur dari sistem bebas sangkar. Di tingkat nasional, AFJ juga terus mendorong semakin banyak perusahaan di Indonesia untuk mengambil langkah serupa dan beralih ke rantai pasok yang lebih beretika. Upaya advokasi berkelanjutan tetap dilakukan terhadap McDonald’s Indonesia dan Fore Coffee agar segera mengadopsi kebijakan cage-free dalam rantai pasoknya. Bagi AFJ, kesejahteraan ayam petelur bukan sekadar isu teknis dalam industri pangan, melainkan bagian penting dari tanggung jawab moral, etika bisnis, dan penghormatan terhadap makhluk hidup. Melalui kolaborasi global dan dorongan lokal yang konsisten, AFJ terus bekerja agar perubahan menuju sistem bebas sangkar semakin nyata dan meluas.