Beberapa waktu lalu, kami berkunjung ke salah satu peternakan ayam petelur di Yogyakarta. Ini adalah peternakan pembesaran DOC (Ayam berusia dibawah 10 hari) & Pullet (ayam petelur yang dipelihara di umur 0-16 minggu) sampai memasuki usia produktif untuk  kemudian disalurkan ke peternakan ayam petelur milik Jogja Telur dan juga dijual ke peternakan kandang baterai lain.

Jika biasanya di Jogja, DOC & pullet diumbar di semacam kandang besar terbuka dengan alas sekam saat belum siap bertelur, disini sejak kecil mereka sudah dikerangkeng! 

Total populasi Pullet yang ada kemarin di peternakan Grup Jogja Telur sekitar 7 ribuan. Padahal seharusnya diusia mereka bisa bebas bermain, mengais tanah, dan dapat kehangatan induknya tapi ini justru dikurung di kandang baterai.

Tidak ada yang paling mengerikan selain hidup di penjara kandang baterai sempit dimulai sejak kecil hingga akhir hidupnya.

Jika teman-teman peduli, mari suarakan hak-hak satwa terutama satwa yang diternakkan, agar tidak ada lagi penderitaan, dan mereka bisa hidup  dengan layak. 

Perjuanganmu dapat dilakukan mulai dari hal-hal kecil, seperti membantu mendatangani petisi  mendesak McDonald’s Indonesia untuk beralih menggunakan telur bebas kandang.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *