Yogyakarta, 03 Februari 2021

Mediterranea Restaurant, salah satu restoran terkemuka di Yogyakarta, pada tanggal 13 Februari 2021 lalu telah mengumumkan komitmen untuk beralih menggunakan 100% telur yang berasal dari peternakan bebas kerangkeng (baik telur utuh, telur cair, maupun bubuk telur) untuk pembuatan menu-menu masakannya, dan transisi ini akan diselesaikan pada tahun 2025. Komitmen Telur Bebas Kandang ini diterbitkan setelah Mediterranea Restaurant berkomunikasi dengan Act for Farmed Animals, koalisi Animal Friends Jogja (AFJ) dan Sinergia Animal, LSM yang bekerja untuk kesejahteraan hewan yang diternakkan di Indonesia.

Mediterranea Restaurant menyatakan;

Kami berkomitmen untuk meningkatkan dan selalu menjaga standar kualitas produk kami. Untuk menyediakan produk berkualitas tinggi dan aman bagi pelanggan, kami juga berusaha keras mempedulikan kesejahteraan hewan untuk memastikan keseimbangan ekosistem dan makhluk hidup lainnya. 

Pernyataan komitmen ini adalah langkah baik untuk peningkatan kesejahteraan hewan yang semakin melengkapi penerapan nilai-nilai kepedulian Mediterranea Restaurant terhadap lingkungan. Saat ini, Mediterranea Restaurant memperhatikan pengembangan berkelanjutan dengan menggunakan produk-produk lokal dari pertanian-pertanian lokal di sekitar Yogyakarta sebagai bahan utama mereka, selain juga mendukung upaya penyelamatan bumi dengan memakai pembungkus ramah lingkungan yang dapat terkompos, packaging besek bambu dalam setiap pengiriman makanan, mengurangi penggunaan plastik sebanyak mungkin, juga menyediakan beberapa opsi menu vegan atau berbahan dasar nabati.

“Kami berkomitmen dan berusaha bekerjasama dengan para pemasok untuk menyelesaikan transisi ke hanya menggunakan telur bebas kandang di tahun 2025 dengan sebaik mungkin. Perubahan ini akan diterapkan selamanya untuk menciptakan iklim industri yang sehat, kita tidak seharusnya hanya mencari keuntungan belaka tanpa peduli dengan lingkungan sekitar.  Semoga komitmen, usaha, dan harapan ini akan terlaksana dengan lancar demi kehidupan sesama makhluk hidup dan industri yang semakin baik di masa depan.”, ujar Camille Massard-Combe, pemilik Mediterranea Restaurant.

Dengan pernyataan kebijakan telur bebas kandangnya, restoran yang mengantongi Certificate of Excellence dan Traveler’s Choice Award dari Tripadvisor ini menandai langkah besar untuk kepeduliannya terhadap kesejahteraan hewan yang diternakkan dan meningkatkan reputasinya sebagai bisnis terkemuka di Indonesia yang mengedepankan welas asih dan keberlanjutan lingkungan. 

Sistem kerangkeng yang dikenal sebagai kandang baterai adalah bentuk pengurungan ekstrem menggunakan kerangkeng-kerangkeng kecil. Kerangkeng ini sangat sempit dan ayam-ayam yang dijejalkan di dalamnya hidup berdesakan sehingga tidak dapat melakukan perilaku apa pun yang wajar atau penting bagi mereka. Dalam kerangkeng ini, ayam menghabiskan hidupnya sebagai mesin produksi telur hingga tubuhnya tidak mampu lagi. Dianggap tidak lagi menguntungkan, ayam kemudian dikirim ke pejagalan sebagai ayam afkir.

Dalam studi komprehensif terkait keamanan pangan yang pernah dilakukan European Food Safety Authority mengenai perbandingan kontaminasi salmonella di sistem kandang baterai vs bebas kandang, disimpulkan bahwa kontaminasi salmonella pada sistem kandang baterai lebih tinggi jika dibandingkan dengan bebas kandang.

Terkait kesejahteraan hewan, studi mengenai masalah kesejahteraan ayam di kandang baterai yang dipublikasikan di The Veterinary Record—jurnal mingguan yang diterbitkan oleh British Veterinary Association yang berisi berita, komentar, surat dan makalah penelitian klinis yang mencakup berbagai topik kedokteran hewan—menyebutkan bahwa sistem peternakan kandang baterai menyebabkan ayam menderita stres dan frustasi sepanjang hidupnya dan memiliki masalah kesehatan yang parah seperti kerapuhan tulang dan osteoporosis.

“Masalah ini adalah salah satu alasan utama mengapa penggunaan kandang baterai telah dilarang di Swiss, Uni Eropa, Bhutan, dan banyak negara bagian di Amerika Serikat. Sayangnya, sistem yang kejam ini, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB, masih dominan di Indonesia yang menjadi rumah bagi lebih dari 260 juta ayam petelur! Di saat Mediterranea Restaurant menyelesaikan transisinya untuk hanya menggunakan telur bebas kandang dalam menu-menu hidangannya di 2025, hal ini tidak akan terjadi lagi. Kesejahteraan ayam-ayam petelur dalam rantai pasokan mereka akan meningkat secara dramatis dan akan secara signifikan membantu mengurangi penderitaan banyak ayam petelur.”, ujar Angelina Pane, Program Manager Animal Friends Jogja.

“Setelah sebelumnya kebijakan serupa dibuat oleh Cokelat Monggo yang mengumumkan bahwa mulai Juli 2020 mereka hanya menggunakan 100% telur yang berasal dari peternakan bebas kerangkeng, dan kini Mediterranea Restaurant sebagai salah satu bisnis terkemuka dan disegani, ini makin menegaskan bahwa telur bebas kandang seharusnya menjadi standar baru untuk bisnis makanan dan restoran.”, kata Elly Mangunsong, Corporate Outreach Manager Animal Friends Jogja.

“Komitmen-komitmen kebijakan ini menjadi bukti bahwa sektor bisnis di Indonesia sangat bisa berkontribusi aktif untuk menciptakan masa depan yang lebih baik tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi hewan. Perhatian konsumen cerdas masa kini tidak hanya terbatas pada isu kesehatan, lingkungan dan perubahan iklim, tetapi juga pada isu kesejahteraan hewan. Kami mengajak perusahaan Indonesia lainnya untuk membuat kebijakan yang sama dan kami siap membantu.”, tambahnya.

Perusahaan-perusahaan besar dalam berbagai industri di seluruh dunia seperti Unilever, Nestlé dan Sodexo, seiring dengan peningkatan pesat permintaan konsumen akan telur bebas kandang, telah memprakarsai tren global untuk mengakhiri penggunaan kandang baterai yang kontroversial pada operasi mereka di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Di tahun 2020, dua perusahaan besar di Indonesia mengumumkan akan sepenuhnya meninggalkan telur dari kandang baterai setelah komunikasi aktif dengan Act for Farmed Animals, koalisi LSM Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal. Dimulai oleh Burger King Indonesia di bulan Juni dengan tenggat waktu pada tahun 2027, kemudian Autogrill Indonesia (HMShost) di bulan September dengan tenggat waktu pada 2025. Dan di akhir tahun 2020, salah satu grup restoran terbesar di dunia, Restaurant Brands International (RBI), pemilik merek Burger King, Popeyes, dan Tim Hortons merilis kebijakan bebas kandang global yang komprehensif, komitmen untuk meningkatkan kebijakan kesejahteraan hewan ini terjadi dalam 44 hari sejak peluncuran kampanye publik oleh Open Wing Alliance, koalisi lebih dari 80 organisasi perlindungan hewan sedunia termasuk Animal Friends Jogja.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *